Ya,ladang ibadah yang nyata dab besar sekali adalah dengan memperlakukan orang tua sebaik-baiknya.Menurut Ir.H.Soddik Mujahid,M.Si.,Ketua Yayasan Darul Hikmah Bandung,jangankan di hari pembalasan nanti,balasan atas apa yang kita perbuat kepada orang tua sudah bisa dirasakan saat kita masih hidup.
“Sebuah survei di salah satu perguruan tinggi Islam membuktikan,mereka yang sukses itu adalah mereka yang
memperlakukan orang tua dengan sebaik-baiknya.Dan,saya amati sendiri teman-teman saya yang sukses dalam hidupnay,ternyata memperlakukan lansia atau orang tua mereka dengan sangat baik,kata Soddik.
Perlakauan baik terhadap orang tua,menurut Soddik,tidak terbatas pada pemberian fasilitas.”Menjadi teman bicara,teman bercanda bahkan menyentuh fisiknya dengan penuh kasih sayang adalah hal yang menyenagkan kaum lansia.Ini yamg dilakukan teman-teman saya yang sukses itu.Luar biasa,”kata Soddik sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Padahal teman-teman Soddik tersebut adalah kaum laki-laki yang terkenal ragab atau canggung memberikan empati dengan sentuhan-sentuhan yang berbau sentimental tersebut kepada lansia.Tapi mereka melakukannya dengan sepenuh hati.
Sebut saja dr.Achmad Bernard Prawiradiningrat,Sp.K..K,salh seorang dokter yang sukses,baik dalam karier maupun rumah tangganya.Saat ini Bernard sedang sibuk menyelusuri silsilah nenek moyangnya,sebagai salah satu bentuk pengabdian bagi orang tuanya.
“ibu saya berumur 100 tahun dan beliau masih begitu sehat,”katanya dengan berseri-seri.Betapa tidak sehat dan bahagia,beliu berada di tangan anak-anak yang baiknya.”katanya beberapa waktu lalu.Nenek dari 43 cucu dan 57 cicit itu dirawat secara bergantian oleh anak-anaknya.Bukan hanya materi,kebutuhan psikisnya pun dipenuhi oleh Bernard dan saudara-saudaranya.Bernard dan saudara-saudaranya selalu menyediakan diri sebagai teman berbincang sang Bunda.Di usianya yang satu abad itu Ny.Siti Aisyah,nama sang nenek,masih terlihat segar.
Contoh lain adalah tokoh terkenal di kawasan Burujul Kabupaten Bandung,H.Asep.Masyarakat di lingkungan itu mengenal Asep dari seorang pemuda yang biasa-biasa saja,sangat sederhana,namun kemudian menjelma menjadi juragan kain dan barang limbah besar seperti sekarang ini.Tetangganya hafal benar perlakuan Asep yang sangat mendahulukan kepentingan ibunya.Bahkan ,Asep menamakan perusahaanya dengan nama “Pidua Sepuh Jaya”.
Menurut Soddik,empati dan simapati kepada orang tuanya adalah cara ampuh yang membuat orang tua rida kepada anaknya.
“Rida Allah terletak pada rida orang tua,”kata Soddik menegaskan.Kedudukan tinggi orang tua dalam Al-Quran dijelaskan pada surah Al-Lukman.Posisi berkhidmat kepada orang tua ditempatkan langsung setelah kepada Allah SWT.
Menurut Soddik,dengan memperlakukan lansia sebaik-baiknya ,ganjaran lain di dunia adalah perlakuan sebaik-baiknya pula yang diperoleh saat kita kelak menjadi lansia.
“Anak akan memperlakukan kita persis seperti apa yang kita lakukan kepada orang tua kita saat ini,”kata Soddik.Secara logika,hal ini masuk akal.Hal ini terkait dengan teladan yang kita berikan kepada orang tua,akan dipahami dan di tiru anak sebagai perlakuan yang sewajarnya ia lakukan pada kita kelak sebagai lansia.
Saat seseorang melakukan perbuatan sebaliknya,misalnya tidak memperlakukan lansia dengan baik,itu pula yang akan dilakukan anak-anak kepada kita kelak.Nauzubillah minzalik

keren punya ne...!!! :)
BalasHapus